TUGAS 1 PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PROYEK
MANAGEMENT
PENGENDALIAN MUTU
Pengawasan
(controlling) adalah suatu penilaian kegiatan dengan tujuan agar hasil
pekerjaan sesuai dengan rencana, dengan mengusahakan agar semua yang terlibat
dalam melaksanakan kegiatan atau pekerjaan yang berpedoman pada perencanaan,
serta melakukan tindakan koreksi dan perbaikan atau penyesuaian bila terjadi
penyimpangan pada pelaksanaan.
Sedangkan pengendalian pekerjaan merupakan kegiatan bimbingan, pemberian instruksi, dorongan dan mengadakan koordinasi berbagai pekerjaan oleh pimpinan kepada bawahan agar pelaksanaan tugas yang diberikan berjalan dengan lancar, serta berpedoman untuk tetap memelihara hubungan kerja sama yang baik antara pimpinan dengan bawahan. Untuk mencapai hasil yang diinginkan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan dalam dokumen lelang, maka dalam pekerjaan proyek pembangunan diperlukan adanya kedua hal tersebut di atas yang dilakukan oleh unsur -unsur pelaksana pembangunan proyek tersebut. Unsur yang terkait dalam bidang ini adalah konsultan pengawas. Pihak konsultan pengawas harus cermat dan teliti mengamati setiap langkah pekerjaan dan harus tegas mempertanyakan mengenai kualitas bahan baku proyek dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan bila dirasakan tidak sesuai dengan perjanjian dokumen kontrak yang telah disepakati. Pihak konsultan pengawas dapat meminta laporan mingguan kepada pihak kontraktor untuk mengetahui progress report kemajuan proyek yang telah dilaksanakan.
1.
Pengendalian
mutu
2.
Pengendalian
waktu
3.
Pengendalian
biaya
4.
Pengendalian
dokumen
5.
Pengendalian
tenaga kerja
6.
Pengendalian
alat dan material
Dalam proyek ini semua pengendalian proyek tersebut sudah berjalan dengan kesepakatan bersama, sehingga pihak-pihak yang terkait dalam proyek tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan tugasnya masing-masing.
1. Pengendalian Mutu (Quality Control)
Pengendalian mutu adalah suatu sistem yang mengendalikan metode kerja dan hasil akhir dari suatu pekerjaan. Pengendalian mutu yang diterapkan pada proyek pembangunan Apartemen Green Palm meliputi :
Pengendalian mutu adalah suatu sistem yang mengendalikan metode kerja dan hasil akhir dari suatu pekerjaan. Pengendalian mutu yang diterapkan pada proyek pembangunan Apartemen Green Palm meliputi :
1.
Pengendalian
material yang dating
Pengendalian
materiang yang datang adalah upaya untuk mendapatkan material yang sesuai
dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan. Setelah dilakukan inspeksi hanya
material - material yang memenuhi syarat yang akan berada di lokasi proyek,
sedangkan yang tidak memenuhi syarat dikembalikan atau ditukar.
2. Pemeriksaan mutu beton
a. Slump Test
Pemeriksaan mutu beton cair di lapangan dapat dilakukan dengan cara slump test. Slump test dilakukan untuk mengetahui kekentalan dari adukan beton yang akan dicor. Ada tiga macam kemungkinan yang dapat terjadi pada saat pengujian beton dengan cara slump test, yaitu :
1. True slump (baik) adalah apabila tinggi slump 2/3 tinggi cetakan slump
2. Shear slump (buruk) adalah apabila tinggi slump ½ tinggi cetakan slump
3. Collapse slump (sangat buruk) adalah apabila tinggi slump 1/3 tinggi cetakan slump.
![]() |
| Sample Beton Yang Akan Diuji Slump Dimasukan Kedalam Kerucut Slump |
![]() |
| Pengukuran Nilai Slump |
Tahap - tahap pelaksanaan slump test secara singkat adalah sebagai berikut:
1.
Adukan
beton untuk pengujian slump test harus diambil langsung dari mesin pencampur
dengan menggunakan alat lain yang tidak menyerap air. Bila dianggap perlu
adukan beton diaduk lagi sebelum dilakukan pengujian.
2.
Siapkan
kerucut terpancung dengan diameter atas 10 cm, diameter bawah 20 cm dan
tingginya 30 cm. Kemudian diletakkan pada pelat atau bidang yang datar dan
tidak menyerap air.
3.
Cetakan
diisi sampai penuh dengan adukan beton dalam 3 lapis. Setiap lapisan berisi
kira-kira 1/3 isi cetakan. Tiap lapis dipadatkan dengan tongkat pemadat yang
berukuran panjag 60 cm dan diameter 16 mm sebanyak 25 kali tusukan secara
merata.
4.
Setelah
cetakan diisi penuh maka bidang atasnya diratakan kemudian dibiarkan selama ½
menit dan dalam jangka waktu itu semua adukan beton yang jatuh disekitar
kerucut harus dibersihkan.
5.
Kemudian
cetakan diangkat perlahan-lahan tegak lurus keatas. Balikkan cetakan dan
diletakkan perlahan-lahan disamping benda uji.
6.
Ukurlah
nilai slump yang terjadi dengan menentukan perbedaan tinggi cetakan dengan
tinggi rata-rata benda uji.
![]() |
| Sample Uji Tkan Beton |
![]() |
| Pembacaan Grafik Hasil Uji Tekan Beton |
1.
Adukan
beton yang akan di tes diambil dari hasil slump test.
2.
Isilah
cetakan beton silinder 15 x 30 cm dengan adukan beton terdiri dari 3 lapis.
Setiap lapisan dipadatkan dengan tongkat pemadat sebanyak 25 kali tusukan
secara merata.
3.
Setelah
dilakukan pemadatan, ketukkan isi cetakan perlahanlahan sampai rongga bekas
tusukan tertutup. Ratakan permukaan beton dan biarkan beton dalam cetakan
selama 24 jam dan letakkan pada tempat yang bebas dari getaran.
4.
Setelah
24 jam bukalah cetakan dan beton direndam dalam air untuk memenuhi persyaratan
perawatan beton selama waktu yang dikehendaki.
5.
Ambillah
beton yang akan diuji kekuatannya dari bak perendam kemudian bersihkan dari
kotoran yang menempel dengan kain.
6.
Lapislah
permukaan atas dan bawah benda uji dengan dengan mortal belerang, agar didapat
permukaan yang rata.
7.
Kemudian
letakkan benda uji pada mesin tekan secara sentris.
8.
Jalankan
mesin tekan dengan penambahan beban konstan berkisar antara 2-4 kg/cm 2 per
detik,
9.
Lakukan
pembebanan sampai benda uji menjadi hancur dan catatlah beban maksimum yang
terjadi selama pemeriksaan benda uji.
10. Pengetesan benda uji dilakukan pada umur
3,7,14 dan 28 hari. Untuk beton yang berumur dibawah 28 hari harus dilakukan
konversi terhadap kekuatan 28 hari.
|
Umur
Beton |
Koefisien |
|
3
hari |
0,40 |
|
7
hari |
0,65 |
|
14
hari |
0,88 |
|
21
hari |
0,95 |
|
28
hari |
1,00 |
|
Benda
Uji |
Perbandingan
Kekuatan Tekan |
|
Kubus
15 x 15 x 15 cm |
1,00 |
|
Silinder
20 x 20 x 20 cm |
0,95 |
|
Silinder
15 x 30 cm |
0,83 |
Pemeriksaan karakteristik mutu beton yang dihasilkan dapat dilakukan dengan cara uji tekan beton apakah sesuai dengan yang direncanakan. Jika terjadi penyimpangan pada beton yang dipesan (misalnya kekuatan beton yang diberikan tidak sesuai dengan yang dipesan), maka harus dilakukan langkah - langkah antisipasi seperti :
1.
Pembongkaran
pada struktur bangunan yang telah di cor.
2.
Pemberian
ganti rugi terhadap pihak kontraktor (dalam hal ini, perlu dilakukan negosiasi
dengan pihak pemasok Pioneer Beton).
3.
Jika
beton yang telah di cor berada pada bagian non struktural, maka langkah
pembongkaran dapat diabaikan, dan diatasi kerusakan dengan langkah perkuatan di
bagian yang mampu menyangga bagian tersebut
Pengendalian
Waktu (Time Control)
Pengendalian
waktu proyek adalah cara mengendalikan waktu pelaksanaan agar waktu pelaksanaan
proyek sesuai dengan rencana. Oleh karena itu penjadwalan kegiatan proyek yaitu
mengatur waktu pelaksanaan pekerjaan menjadi sangat penting dalam rangka
pengendalian waktu. Salah satu cara pengendalian waktu adalah time schedule.
Hal ini dibuat untuk mengatur item - item pekerjaan agar diatur sedemikian
rupa, sehingga suatu pekerjaan dengan pekerjaan yang lainnya dapat saling
berhubungan dan tidak saling tumpang tindih. Macam - macam time schedule, yaitu
:
1.
Master
Schedule Dalam pelaksanaan pekerjaan yang terdiri dari bagian-bagian pekerjaan
yang jumlahnya banyak, harus dijadwalkan sedemikian rupa agar tidak terjadi
saling tunggu antar suatu pekerjaan yang dapat memperlambat jalannya pekerjaan
proyek. Tujuan dibuatnya master schedule adalah untuk mencapai hasil fisik yang
dapat dipertanggungjawabkan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.
Adapun
pemecahan master schedule, yaitu :
1. Construction schedule Rencana
waktu pekerjaan struktur dalam suatu proyek baik struktur atas maupun bawah.
2. Weekly schedule Rencana
pekerjaan yang akan dilakukan dalam waktu satu minggu oleh pekerjaan lapangan.
3. Monthly schedule Rencana
pekerjaan yang akan dilakukan dalam waktu satu bulan.
Fungsi
master schedule, yaitu :
1.
Sebagai
sarana pengatur waktu
2.
Sebagai
pedoman kerja bagi kontraktor
3.
Sebagai
sarana kontrol bagi pencapai prestasi pekerjaan
4.
Sebagai
dasar perhitungan dan penentuan sanksi - sanksi, perpanjangan pekerjaan, denda
dan lain sebagainya
Keuntungan
master schedule, yaitu :
1.
Memudahkan
pengaturan urutan kerja, kedatangan bahan dan tenaga kerja.
2.
Pelaksanaan
pekerjaan menjadi lancar dan efektif.
3.
Biaya
pelaksanaan relatif menjadi lebih murah.
4.
Mudah
membuktikan jika ada gangguan-gangguan alam untuk meminta perpanjangan waktu
pelaksanaan.
5.
Sewaktu-waktu
dapat meneliti apakah pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana.
6.
Dapat
dipakai sebagai dasar untuk memberi pringatan kepada kontraktor.
7.
Lebih
menjamin terlaksananya pekerjaan dengan baik dan teratur.
8.
Memudahkan
perhitungan hari-hari keterlambatan untuk setiap item pekerjaan.
Hal
- hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun master schedule adalah :
1.
Biaya
pelaksanaan Dalam penyusunan masing-masing jenis pekerjaan yang pelaksanaannya
harus mempertimbangkan biaya pelaksanaan untuk masing-masing item pekerjaan,
dengan demikian kontraktor dapat memperkirakan waktu pekerjaan untuk
menyelesaikan pekerjaan tersebut.
2.
Metode
pelaksanaan Metode pelaksanaan dibuat untuk mengetahui pekerjaan yang harus
didahulukan, bersamaan waktunya dan yang menunggu pengerjaannya hingga
pekerjaan lainnya selesai.
3.
Tenaga
kerja Kontraktor harus dapat menentukan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah
direncanakan.
4.
Peralatan
Penggunaan peralatan yang tepat dapat meningkatkan efisiensi waktu dan akan
menunjang produktivitas tenaga kerja sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan
lancar dan selesai sesuai jadwal.
5.
Cuaca
Kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan. Untuk itu
kontraktor harus dapat mencari solusi untuk dapat mengatasi masalah tersebut
agar tidak menghambat pelaksanaan proyek.
6.
Owner
Target waktu penyelesaian yang dikehendaki oleh pemilik (owner) harus
diperhitungkan sehingga pekerjaan dapat sesuai dengan target waktunya.
Macam-macam
Laporan Yang Digunakan Dalam Proyek Green Palm adalah :
1.
Laporan
Harian Laporan Harian berisi tentang :
·
Jumlah
tenaga kerja dan staff
·
Jumlah
dan macam alat yang dioperasikan
·
Pengadaan
dan pemakaian bahan / material
·
Kegiatan
proyek yang dilaksanakan
Data keadaan cuaca Tujuan Laporan
Harian :
·
Memelihara
penilaian yang wajar dan layak.
·
Mencegah
keterlambatan waktu pelaksanaan.
·
Memperbaiki
gejala-gejala penyimpangan atau pelanggaran-pelanggaran
Kegunaan Laporan Harian :
1.
Sebagai
saran bagi kontrol terhadap :
·
Kontraktor
dalam melakukan tugas pelaksanaan.
·
Quality
assurance dalam melakukan tugas pengawasan.
2.
Sebagai
sarana komunikasi dan dokumntasi.
3.
Sebagai
dasar perhitungan pekerjaan tambahan atau pekerjaan kurang, perpanjangan waktu
pelaksanaan, denda dan lain sebagainya.
Keuntungan
Laporan Harian :
1.
Membantu
menyelesaikan masalah bila terjadi perselisihan.
2.
Untuk
perhitungan perpajangan waktu pelaksanaan.
3.
Untuk
perhitungan pekerjaan tambah kurang.
4.
Menentukan
sanksi-sanksi atau denda pada kontraktor.
5.
Lebih
menjamin tercapainya hal fisik yang lebih baik dan sesuai dengan ketepatan
syarat-syarat teknis.
6.
Bahan-bahan,
waktu dan tenaga kerja yang terbuang menjadi berkurang.
Laporan harian dibuat setiap hari secara tertulis dan
ditandatangani oleh kontraktor, disetujui oleh Manajemen Konstruksi dan
pemilik. Kemudian konsultan Manajemen Konstruksi memeriksa dari laporan dan
kesesuaiannya dengan gambar dan spesifikasi, time schedule pekerjaan, instruksi
yang diberikan, dan syarat-syarat pekerjaan. Jika diperlukan, konsultan
manajemen konstruksi dapat memberikan catatan - catatan pada laporan tersebut.
2.
Laporan
Mingguan Laporan Mingguan berisi tentang :
1.
Jumlah
tenaga kerja dan staff
2.
Jumlah
dan macam alat yang dioperasikan
3.
Pengadaan
dan pemakaian bahan / material
4.
Kegiatan
proyek yang dilaksanakan
5.
Data
keadaan cuaca
6.
Pengujian
yang dilaksanakan
Laporan
Mingguan merupakan rangkuman dari laporan harian selama satu minggu mulai dari
hari senin sampai hari sabtu. Laporan ini juga ditandatangani oleh kontraktor,
Manajemen Konstruksi dan pemilik.
Kemajuan
tiap kegiatan dapat dinilai secara kumulatif berdasarkan kemajuan pekerjaan
tiap minggu, Manajemen Konstruksi dapat memberi catatan / komentar.
3.
Laporan
Bulanan Laporan Bulanan berisi tentang :
1.
Rencana
dan realitas kerja
2.
Jumlah
tenaga kerja dan staff
3.
Jumlah
dan macam alat yang dioperasikan
4.
Pengadaan
dan pemakaian bahan / material
5.
Persetujuan
gambar kerja yang diajukan
6.
Data
keadaan cuaca
7.
Perkembangan
pekerjaan 8.
8.
Dokumentasi
kegiatan proyek
Laporan Bulanan merupakan kumulatif dari
laporan-laporan harian yang dibuat sebagai laporan kemajuan dari pekerjaan yang
dilakukan dengan mengacu pada time schedule.
4.
Laporan
Kemajuan Proyek
Laporan Kemajuan Proyek berisi
tentang :
1.
Uraian
pekerjaan
2.
Bobot
pekerjaan (dalam %)
3.
Rencana
kerja mingguan
4.
Realisasi
pekerjaan
5.
Kondisi
pelaksanaan
6.
Tahap
penyelesaian
Laporan ini
dibuat oleh kontraktor setiap minggu. Digunakan sebagai dasar di dalam rapat
progress (rapat mengenai kemajuan pekerjaan yang diadakan setiap minggu) untuk
menentukan seberapa jauh kemajuan pekerjaan yang telah dicapai.
5.
Rapat
Koordinasi
Rapat Koordinasi membahas tentang :
1.
Hambatan
- hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan
2.
Ketidakjelasan
dan ketidakcocokan gambar - gambar pelaksanaan pada pekerjaan di lapangan.
3.
Pengadaan
dan pemakaian material.
4.
Sasaran
yang harus dicapai untuk waktu yang akan dating
Rapat ini diadakan seminggu sekali, dan dihadiri oleh
semua pihak yang terlibat didalam pelaksanaan proyek. Rapat ini berfungsi untuk
menyelesaikan masalah yang timbul didalam pelaksanaan proyek dan tidak dapat
diselesaikan oleh satu pihak saja.
6.
Rapat
Perencanaan
Rapat Perencanaan diadakan setiap satu atau dua minggu sekali, dan dihadiri oleh pemilik, konsultan perencana, dan konsultan Manajemen Konstruksi. Setiap selesai rapat kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke lapangan, sehingga dapat diketahui apakah pelaksanaan pembangunan sesuai dengan perencanaan dan mengetahui hal - hal yang mungkin tidak dapat mempengaruhi kurva S atau harus dilakukan perencanaan untuk mengganti pekerjaan yang tidak sesuai dengan jadwal.
Pengendalian Biaya (Cost Control)
Pengendalian Biaya ini adalah suatu sistem yang mengendalikan biaya pelaksanaan proyek, bagaimana mengendalikan biaya produksi di lapangan sesuai dengan rencana anggaran pelaksanaan proyek. Untuk pengendalian biaya ini pihak kontraktor melakukan perhitungan ulang volume pekerjaan dan membuat analisa harga satuan pekerjaan, biaya umum lapangan, biaya langsung, dan biaya tidak langsung. Bila terdapat perbedaan yang sangat jauh antara rencana dan realisasi maka diadakan pengkajian, lalu memperhitungkan apa penyebabnya, kemudian dicari solusinya agar tidak terulang lagi pada masa yang akan datang.
Pengendalian Biaya Biasanya Dilakukan Oleh :
a. Pengendalian biaya proyek secara detail dilaksanakan oleh kontraktor sendiri
b. Pengendalian biaya proyek secara keseluruhan dilaksanakan oleh manager proyek sebagai wakil dari owner dibantu oleh konsultan.
Pengendalian biaya oleh kontraktor merupakan hal yang penting, karena biaya yang diterima dari pemilik tidak langsung diberikan pada awal proyek melainkan diberikan menurut presentase kemajuan pekerjaan.
Semua biaya untuk kebutuhan pelaksanaan proyek tersebut harus sudah diperhitungkan dalam penawaran dan menjadi tanggung jawab pelaksana pekerjaan yang bersangkutan.
Langkah-langkah yang diambil kontraktor, yaitu :
1. Memilih keseluruhan pekerjaan menjadi item-item pekerjaan tersebut dengan batasan yang jelas sehingga lebih mudah diawasi.
2. Memilih biaya pekerjaan yang dikeluarkan menurut item-item pekerjaan tersebut.
3. Menentukan pekerjaan yang telah dilaksanakan dan harus dibayar oleh pemilik.
Dengan pemilihan pekerjaan ini, kontraktor dapat mengetahui dengan jelas item bagian pekerjaan mana yang tidak efisien dan terlalu banyak menyerap dana, sehingga kontraktor maupun subkontraktor dapat melakukan tindakan untuk meningkatkan efisiensi kerja.




Comments
Post a Comment